Kategori: Berita

  • Dinas Pertanian Kab Bekasi Lakukan Vaksinasi Rabies Masal Di Tiga Puskeswan

    Bekasi – Media Vibrasi News.com

    Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mengadakan Vaksinasi Rabies Gratis bagi hewan pembawa rabies (HPS) secara massal.

    Vaksinasi rabies gratis ini diselenggarakan pada 25 sampai 26 September 2025 yang berlokasi di 3 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kabupaten Bekasi. Di antaranya Puskeswan Kedungwaringin 31 ekor, Puskeswan Setu 43 ekor dan Puskeswan Cibarusah 67 ekor. Masyarakat bisa membawa hewan peliharaan ke lokasi tersebut untuk mendapatkan layanan vaksinasi.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdilah Majid, menjelaskan vaksinasi ini bertujuan guna mencegah penularan dan penyebaran hewan dan manusia dari virus Rabies. Menurutnya, program ini merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Bekasi Bebas Rabies.

    “Rabies adalah penyakit yang berbahaya tapi bisa dicegah lewat vaksinasi. Maka dari itu, kami mengajak seluruh warga untuk mendukung program vaksinasi ini demi melindungi kesehatan hewan peliharaan sekaligus mencegah penularan kepada manusia,” ujar Abdilah Majid pada Jumat,

    Selain itu, menurutnya program vaksinasi rabies massal ini juga sejalan dengan semangat “One Health” yakni konsep kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan yang saling terhubung atau berkaitan. Melalui langkah tersebut, Kabupaten Bekasi diharapkan menjadi wilayah yang aman dan bebas dari rabies.

    “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama bagi masyarakat dengan kesadaran penuh yang telah membawa hewan peliharaannya untuk divaksin di Puskeswan,” jelasnya.

    Ia menambahkan antusias masyarakat sangat tinggi dengan hadirnya ratusan pemilik hewan peliharaan membawa hewan kesayangannya ke Puskeswan setempat untuk dilakulan vaksinasi.

    “Alhamdulillah artinya ini menunjukkan kepedulian warga terhadap kesehatan hewan sekaligus sebagai upaya pencegahan penularan rabies di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

    Disampaikan Redaksi Vibrasi News.com Irhamsyah

  • Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Raih Penghargaan Reformasi Birokrasi 2024, Komitmen Tingkatkan Kinerja ASN BerAKHLAK

    Cikarang — Media Vibrasi News.com

    Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berhasil meraih penghargaan pelaksanaan Reformasi Birokrasi Tahun 2024 dengan predikat A (memuaskan). Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.298-ORG/2025, tertanggal 5 Mei 2025, tentang Hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2024.

    Dalam hasil penilaian tersebut, Dinas Pertanian menempati peringkat ketiga dengan nilai 85,30, di bawah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Capaian ini menjadi bukti komitmen Dinas Pertanian dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, H. Abdillah, S.H., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut.

    “Kami bersyukur atas kepercayaan dan penghargaan ini. Predikat yang kami raih bukan hanya hasil kerja pimpinan, tetapi buah dari kerja sama seluruh jajaran ASN di Dinas Pertanian yang terus berupaya menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap aktivitas pelayanan,” ujar Abdillah.

    Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja aparatur, terutama dalam memperkuat peran Dinas Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi.

    Kami akan terus berbenah dan berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya para petani, semakin cepat, tepat, dan berdampak nyata. Reformasi birokrasi bukan hanya tentang administrasi, tapi tentang perubahan budaya kerja yang profesional dan melayani,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Abdillah mengatakan Capaian ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap perangkat daerah. Penilaian ini menjadi tolok ukur penting bagi peningkatan kinerja ASN yang berorientasi pada pelayanan publik, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola pemerintahan.

    Dengan torehan tersebut, Dinas Pertanian diharapkan terus menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam menjalankan reformasi birokrasi yang berkelanjutan dan berintegritas tinggi. Pungkasnya.

    Disampaikan Redaksi Vibrasi News.com Irhamsyah

  • Kab Bekasi DISBUDPORA Dorong Literasi Sejarah dan Kearifan Lokal Melalui Hari Museum Nasional 2025

    BEKASI — Vibrasi News.com

    Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) menggelar peringatan Hari Museum Nasional 2025 di Museum Gedung Juang 45, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, pada Sabtu malam. Kegiatan yang mengusung tema “Museum dan Kearifan Lokal” ini menjadi momentum strategis dalam meneguhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya daerah.

    Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, Kepala Disbudpora, Iman Nugraha, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, serta Asisten Daerah, Dr. Iis Sandrayanti. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pembangunan kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa Gedung Juang 45 bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol perjuangan, identitas, dan jati diri masyarakat Bekasi. “Gedung Juang adalah saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi. Kita wajib melestarikan dan menghidupkannya sebagai cagar budaya kebanggaan daerah yang mencerminkan semangat gotong royong dan nasionalisme,” ujarnya tegas.

    Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Supriatmadja saat memberi sambutan di Hari Museum Nasional 2025 di Gedung Juang 45 Tambun, 1 November 2025
    Lebih lanjut, dr. Asep menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengembangkan Museum Digital Gedung Juang 45 sebagai pusat edukasi sejarah dan interaksi budaya modern. Langkah ini sejalan dengan semangat transformasi digital nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), guna memastikan bahwa nilai-nilai sejarah dapat diakses oleh generasi muda secara lebih kreatif dan adaptif.

    Sementara itu, Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menuturkan bahwa peringatan Hari Museum Nasional ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi sejarah dan menumbuhkan kecintaan terhadap kearifan lokal. “Kami ingin generasi muda Bekasi memahami bahwa museum bukan tempat yang kaku dan membosankan, tetapi ruang belajar yang hidup, inspiratif, dan mencerminkan identitas budaya daerah,” ungkapnya.

    KadisBudpora Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha saat memberi sambutan di Hari Museum Nasional 2025 di Gedung Juang 45 Tambun, 1 November 2025
    Iman juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan rekreatif, seperti pameran benda bersejarah, pertunjukan seni tradisional, pemutaran film dokumenter sejarah, serta bazar UMKM yang menampilkan produk-produk lokal khas Bekasi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah perkembangan zaman. Pungkas Kadisbudpora, Iman Nugraha.

    Acara kemudian ditutup dengan penampilan seni musik tradisional dari berbagai sanggara di budaya lokal, sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku seni dan budaya daerah. Momen ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga warisan leluhur melalui karya kreatif yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

    Dengan terlaksananya peringatan Hari Museum Nasional 2025 di Gedung Juang 45, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap museum dapat terus berkembang menjadi ruang peradaban dan pembelajaran publik, sekaligus menjadi simbol sinergi antara sejarah, budaya, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Bekasi yang Maju, Berbudaya, dan Sejahtera.

    Disampaikan Redaksi Vibrasi News.com. Irhamsyah

  • KOMISI XII Desak Segel Ulang Dua Perusahaan Pengolahan Limbah di Kabupaten Bekasi

    JAKARTA,19 November 2025|vibrasinews.com –

    Persoalan antara Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) dengan dua perusahaan penghasil limbah di Kabupaten Bekasi kembali memanas. Setelah sebelumnya dilakukan penyegelan atas dugaan pelanggaran lingkungan, Komisi XII DPR RI mengundang kedua pihak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (17/11/2025) untuk meminta klarifikasi dan mencari solusi.

    RDP dan RDPU yang menghadirkan Deputy PSLB3, Deputy Gakkum serta dua perusahaan — PT Harrosa Darma Nusantara (HDN) dan PT Harosindo Teknologi Indonesia (HTI) — menghasilkan sejumlah poin penting yang harus ditindaklanjuti.

    Dalam rapat tersebut, Direktur Utama dari kedua perusahaan, Hartono Muhammad Fadli, tidak hadir dan hanya diwakili kuasa hukum serta beberapa direktur yang dinilai tidak memahami substansi permasalahan. Bahkan, salah satu anggota Komisi XII menyoroti karena pihak perusahaan tidak membawa data pendukung dan hanya menyampaikan argumentasi lisan tanpa bukti.

    RDP kemudian membahas pelanggaran pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan PT HDN dan PT HTI pada Mei 2025. Atas pelanggaran tersebut, KLHK melalui Deputy Gakkum telah menerbitkan sanksi penghentian kegiatan sementara (penyegelan).

    Direktur Gakkum, Ardiyanto Nugroho, membeberkan sejumlah pelanggaran kedua perusahaan berikut temuan lain yang mengarah pada dugaan pencemaran lingkungan, khususnya oleh PT HDN. Ia juga menjelaskan bahwa segel pada kedua perusahaan telah dibuka setelah mereka membayar denda administrasi dan sedang menjalankan pemenuhan sanksi paksaan pemerintah.

    Namun demikian, pimpinan dan sejumlah anggota Komisi XII menilai pembukaan segel terlalu dini. Mereka menegaskan bahwa Gakkum harus kembali melakukan penghentian kegiatan (segel ulang) karena masih terdapat potensi pencemaran dan pemenuhan unsur administrasi yang dinyatakan belum lengkap.

    Deputy PSLB3 turut menyampaikan bahwa akun Fetrosnik milik PT HDN telah dibekukan sejak 25 September 2025, dan tidak ada lagi rekomendasi pengangkutan yang diterbitkan untuk perusahaan tersebut.

    Sejumlah anggota Komisi XII menyayangkan ketidakpatuhan kedua perusahaan yang telah beroperasi selama 14 tahun namun masih belum memenuhi seluruh perizinan dan tetap melakukan pelanggaran pengelolaan lingkungan. Mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan Gakkum KLHK karena baru sekarang berbagai pelanggaran tersebut terungkap.

    “Kami meyakini bahwa perusahaan ini mengklaim berpengalaman dalam bisnis transportasi dan pengelolaan limbah B3. Tapi jika masih melakukan pelanggaran, tentu harus disikapi. Meski demikian, upaya perbaikan yang sedang dilakukan juga perlu diapresiasi,” ujar Ketua RDP, Bambang Pattijaya.

    Dalam draf kesimpulan rapat, Komisi XII mendesak Deputy Gakkum untuk segera melakukan penyegelan ulang terhadap PT HDN dan PT HTI. Direktur Gakkum menyatakan kesanggupannya melaksanakan instruksi tersebut. Komisi XII juga menegaskan bahwa keputusan politik yang diambil memiliki kekuatan hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang.

    Selain itu, Komisi XII meminta Gakkum KLHK memperluas pengawasan tidak hanya kepada dua perusahaan tersebut, tetapi juga terhadap seluruh pelaku usaha pengelolaan limbah, terutama di wilayah Jabodetabek. Direktur Gakkum menyatakan siap berkolaborasi dengan Deputy PSLB3 untuk meningkatkan pengawasan.

    Komisi XII juga menekankan agar Gakkum tidak ragu menindak tegas PT HDN dan PT HTI, tidak berhenti pada sanksi administrasi saja, melainkan juga mendorong proses pidana jika memenuhi unsur. Bahkan, salah satu anggota menyebut bahwa dengan banyaknya temuan pelanggaran, kedua perusahaan tersebut layak dipertimbangkan untuk tidak lagi diberikan izin berusaha.

    Di tengah keputusan Komisi XII yang meminta penyegelan ulang, muncul pertanyaan publik: mengapa Direktur Gakkum memutuskan membuka segel sebelumnya, sementara syarat-syarat administrasinya diduga belum sepenuhnya terpenuhi? Ada apa di balik keputusan tersebut..?

    Redaksional Media Vibrasi News.com IRHAMSYAH

  • Prabowo Berinteraksi Dengan Siswa SMPN 4 Kota Bekasi Berinteraksi dalam Peluncuran Era Digital Pendidikan

    Vibranews.com – Kota Bekasi.

    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri peluncuran Program Era Digital Pendidikan di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin pagi. Kunjungan tersebut disambut meriah oleh ratusan siswa yang antusias mengikuti sesi interaktif langsung bersama Kepala Negara, 17 November 2025.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan teknologi pendidikan di seluruh Indonesia. Ia menyebut bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan dasar bagi generasi muda.

    > “Anak-anak Indonesia harus siap menghadapi masa depan yang serba digital. Tugas kami adalah memastikan kalian mendapatkan fasilitas terbaik untuk belajar,” ujar Presiden Prabowo.

    Usai peresmian program, Presiden mengundang beberapa siswa untuk berdialog di hadapan tamu undangan. Ia menanyakan pengalaman belajar mereka, tantangan selama menggunakan perangkat digital, hingga cita-cita yang ingin diraih

    Salah satu siswa terlihat dengan bangga dapat berbicara langsung dengan Presiden Prabowo

    > “Senang sekali bisa ditanya langsung oleh Pak Presiden. Beliau memberi semangat agar kami terus belajar dan jangan takut dengan teknologi,” katanya.

    Program Era Digital Pendidikan yang diluncurkan meliputi penyediaan perangkat tablet belajar, jaringan internet sekolah berkecepatan tinggi, serta pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa. SMPN 4 Kota Bekasi menjadi salah satu sekolah percontohan di Jawa Barat.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Bekasi sebagai lokasi peluncuran.

    > “Ini menjadi momentum besar bagi sekolah-sekolah di Bekasi untuk semakin maju dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran,” ungkapnya.

    Kegiatan ditutup dengan demonstrasi penggunaan platform pembelajaran digital oleh para siswa, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo. Suasana hangat dan penuh semangat tampak mengiringi seluruh rangkaian acara hingga selesai.

    Disampaikan Redaksi Vibrasi News.com Irhamsyah

  • PERUSAHAAN DIDUGA INGKAR JANJI: Petani Singkong Lampung Meradang Soal Harga

    Saptu 15 November 2025 Redaksi Vibrasi News.com

     

    BANDAR LAMPUNG – Keputusan Gubernur Lampung Nomor 745 Tahun 2025 yang menetapkan harga acuan pembelian ubi kayu atau singkong sebesar Rp 1.350 per kilogram dengan rafaksi 15% tampaknya belum sepenuhnya dijalankan oleh sejumlah perusahaan tapioka di Lampung. Hal ini memicu keresahan dan kekecewaan di kalangan petani singkong.

    Pantauan Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Provinsi Lampung menunjukkan bahwa beberapa pabrik dan lapak pembelian singkong masih memberlakukan potongan harga (rafaksi) yang tidak sesuai dengan ketentuan Pergub. Bahkan, ada yang menerapkan rafaksi hingga 40%, jauh di atas batas maksimal yang ditetapkan.

     

    Nasir, seorang petani singkong, mengungkapkan kekecewaannya, dan berharap agar pengusaha tapioka mematuhi Peraturan Daerah (Perda) terkait harga minimal dan rafaksi. “Kami berharap pengusaha menjalankan apa yang sudah menjadi acuan, yaitu Perda! Harga minimal 1350, rafaksi 15%,” ujarnya.

     

    Di sisi lain, Ko Aeng, pimpinan perusahaan CV Pakuan 168 di Desa Negara Tama, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, berdalih bahwa Kwalitas Singkong yang Kurang Baik Sehingga kami membuat ketentuan Agar Kadar Aci nya diangka 27% Minimal 24% , serta kwalitas singkong tidak Boleh Busuk serta bersih dari tanah dan Bongol nya juga harus di Potong, di Tambah lagi harga sagu di tingkat pasaran sedang rendah. Hal ini menjadi alasan perusahaan untuk tidak dapat sepenuhnya mengikuti harga acuan yang ditetapkan, pungkas Ko Aeng.

    Tentu dalam hal ini tidak sesuai Dengan Pergub Lampung, dimana harga singkong Yang disepakati 1.350 per kilogram dan Rafaksi 15% Non Kadar Aci

    Kondisi ini membuat petani meradang dan mendesak pemerintah daerah untuk bertindak tegas. Mereka berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan peraturan, tetapi juga melakukan pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan yang melanggar. Beberapa petani bahkan meminta agar pabrik yang tidak patuh ditindak tegas atau ditutup.

    Para petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti keluhan mereka dan memastikan Pergub dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sehingga harga singkong dapat stabil dan menguntungkan petani.

    Disampaiakan Redaksi Vibrasi News.com. Irhamsyah

  • Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Kembang Tanjung Semarakkan Hari Pahlawan Nasional dengan Pawai Keliling Desa.

    LAMPUNG UTARA vibrasinews.com

    Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Kembang Tanjung menggelar kegiatan pawai keliling desa dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025 ini diikuti oleh seluruh siswa TK, dewan guru, wali murid, serta kepala sekolah TK ABA 3, Bapak Supangat.

     

    Kegiatan pawai ini bertujuan untuk menanamkan semangat kepahlawanan dan cinta tanah air sejak dini kepada anak-anak. Para siswa tampil menggemaskan dengan mengenakan berbagai kostum, mulai dari kostum pahlawan nasional hingga kostum yang menggambarkan cita-cita mereka di masa depan. Ada yang memakai seragam polisi, dokter, pilot, guru, dan berbagai profesi lainnya. Mereka tampak antusias berjalan mengelilingi desa Kembang Tanjung sambil menyanyikan lagu-lagu nasional. Suara riang anak-anak yang bernyanyi menambah semarak suasana pawai.

    Bapak Supangat, selaku kepala sekolah TK ABA 3, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih mengenal dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

    Pawai ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh peserta, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah, siswa, dan wali murid.

    Reporter: Darmawan

  • Kunker Ke Way Kanan, Kepa BNNP Lampung Tinjau Rumah Edukasi Granat.

    Way Kanan — Vibrasinews.com

    Dalam kunjungan kerjanya di Kabupeten Way Kanan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung,Kombepol Pol Sakeus Ginting,S.Ik.,M.H menyempatkan diri melakukan peninjauan langsung ke Rumah Edukasi Anti Narkotika milik DPC Granat Kabupaten Way Kanan. Jumat (14/11/2025).

     

    Dalam kunjungan tersebut, Kombepol Pol Sakeus Ginting,S.Ik.,M.H didampingi oleh Kepala BNN Kabupaten Way Kanan, AKBP Iedwan Mahpi, SH, MH, dan disambut oleh Ketua Harian Granat Way Kanan Septa Muktamar, SE, MM, Sekretaris Yoni Aliestiadi, M Yazid Dewan Pakar serta jajaran pengurus lainnya.

     

    Kepala BNNP Lampung usai kunjungan memberi apresiasi atas berdirinya Rumah edukasi di Way Kanan,dan menyampaikan bahwa rumah edukasi tersebut merupakan sarana strategi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat masyarakat.

     

    “Rumah Edukasi Anti Narkotika ini sangat tepat untuk memperkenalkan berbagai jenis narkoba, pengaruhnya, dan akibat yang ditimbulkan. Fasilitas seperti ini sangat dibutuhkan untuk membuka wawasan masyarakat dan generasi muda mengenai bahaya narkoba,” ujarnya.

     

    Sementara itu, Ketua Harian Granat Way Kanan, Septa Muktamar, menjelaskan bahwa rumah edukasi ini dibangun sebagai bentuk kontribusi nyata Granat dalam mendukung program pemerintah dan BNN.

     

    “Rumah edukasi ini kami siapkan sebagai pusat sosialisasi, pembelajaran, dan wadah diskusi bagi masyarakat. Kami ingin agar masyarakat, khususnya anak muda, bisa lebih memahami bahaya narkotika dan dapat menjadi agen pencegahan di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

     

    Ia juga menyampaikan harapan besar agar keberadaan rumah edukasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung dan organisasi lain untuk ikut berperan aktif.

     

    “Harapan kami, rumah edukasi ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga gerakan bersama. Kami membuka kerja sama dengan sekolah, kampung, komunitas, dan lembaga apa pun yang ingin terlibat dalam pencegahan narkoba,” tambah Septa.

     

    Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara BNNP Lampung, BNNK Way Kanan, dan Granat sebagai mitra strategi dalam upaya menekan peredaran dan menyebarkan narkoba di daerah.. (**)

     

    Disampaikan Redaksi Vibrasi News.com

  • Warga Desa Lepang Besar Cor Tanjakan Maut Secara Swadaya, Kepala Desa Apresiasi Semangat Gotong Royong

    Lampung Utara – Vibrasinews.com

     

    warga Desa Lepang Besar, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara.

    Jumat 14 November 2025

    Mereka bergotong royong mengecor tanjakan jalan kabupaten yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tanjakan tersebut menjadi prioritas utama karena sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang rusak dan licin.

    Dengan semangat gotong royong, warga mengumpulkan dana dan material untuk mengecor tanjakan tersebut. Mereka bahu-membahu mengangkut pasir, semen, dan batu, serta meratakan adukan cor di permukaan jalan. Aksi ini dilakukan karena kondisi tanjakan yang rusak parah telah memakan banyak korban.

     

    “Tanjakan ini sangat berbahaya, apalagi saat musim hujan. Sudah banyak pengendara yang jatuh dan mengalami luka-luka. Karena itu, kami sepakat untuk mengecor tanjakan ini secara swadaya,” ujar salah seorang warga Desa Lepang Besar yang ikut dalam aksi gotong royong.

     

    Kepala Desa Lepang Besar, Ahmad Tohari, sangat mengapresiasi semangat gotong royong warganya. Ia mengatakan bahwa aksi ini merupakan bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan infrastruktur di wilayahnya.

     

    “Saya sangat bangga dengan semangat gotong royong warga Desa Lepang Besar. Mereka rela menyisihkan waktu dan tenaga untuk memperbaiki jalan yang rusak. Ini adalah contoh yang baik bagi desa-desa lain,” ujar Ahmad Tohari.

     

    Menurutnya, pengecoran tanjakan ini merupakan solusi sementara untuk mengatasi masalah jalan rusak. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan melakukan perbaikan jalan secara permanen.

     

    “Kami sangat berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jalan ini secara keseluruhan. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin dengan swadaya ini. Besar harapan kami agar pemerintah dapat melanjutkan perbaikan jalan yang sudah kami mulai,” imbuhnya.

     

    Kondisi jalan kabupaten yang rusak ini memang menjadi masalah serius bagi warga Lepang Besar. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan jalan juga menyebabkan biaya transportasi meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih lama. Akibatnya, aktivitas ekonomi warga menjadi terhambat.

     

    Aksi gotong royong warga Desa Lepang Besar ini merupakan contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan infrastruktur di wilayahnya. Semangat kebersamaan dan gotong royong ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Lampung Utara.

     

    Pemerintah Kabupaten Lampung Utara diharapkan segera merespons aspirasi warga Desa Lepang Besar dengan memberikan bantuan perbaikan jalan yang lebih memadai. Dengan perbaikan jalan yang baik, diharapkan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin dan aktivitas ekonomi serta sosial warga dapat kembali.

     

    Vibrasi News.com

    Darmawan

  • Dinkes Bekasi Canangkan Rumah Sakit Berbasis Masyarakat untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

    CIKARANG PUSAT – Vibrasinews.com

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mencanangkan program Rumah Sakit Berbasis Masyarakat tahun 2025 sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Sosialisasi program ini digelar di Aula Diskominfosantik, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (17/9/2025), dan diikuti secara daring oleh seluruh Puskesmas se-Kabupaten Bekasi.

     

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bekasi, Masrikoh menjelaskan program tersebut mengadaptasi konsep serupa dari Kota Cirebon yang terbukti berhasil menurunkan angka kematian ibu. “Rencananya Kabupaten Bekasi akan mencontoh Kota Cirebon. Sebenarnya konsepnya sudah banyak dijalankan, tinggal penguatan dan dukungan regulasi dari pimpinan daerah,” ujarnya.

     

    Menurutnya, model Rumah Sakit Berbasis Masyarakat akan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kader kesehatan yang dibentuk di setiap wilayah. Para kader bertugas memantau dan melaporkan kondisi ibu hamil sejak dini untuk kemudian ditindaklanjuti secara berjenjang, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan.

     

    “Informasi awal harus muncul dari masyarakat. Kader akan melaporkan pemantauan ibu hamil secara rutin. Skema ini terbukti efektif di Cirebon dan akan kita terapkan di Bekasi,” jelasnya.

     

    Masrikoh menambahkan, fokus utama program adalah penanganan ibu hamil dan bayi baru lahir, mengingat angka kematian di Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi. Pada 2024, Kabupaten Bekasi tercatat berada di posisi ketiga terbawah secara nasional dalam angka kematian ibu.

     

    “Targetnya jelas, yaitu menekan angka kematian ibu dan bayi. Saya optimis karena kita tidak memulai dari nol, sebagian besar program sudah berjalan. Tinggal memperkuat regulasi, koordinasi, serta melibatkan kader khusus untuk ibu hamil,” pungkasnya.

     

    Disampaikan Redaksi Vibrasi News.com Irhamsyah