
BREAKING NEWS ABDED
BEKASI 12 juli 2026|vibrasinews.com —
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi masih menghadapi pekerjaan rumah besar menjelang tahun ajaran baru. Data terbaru menunjukkan daerah ini kekurangan sekitar 2.500 ruang kelas agar seluruh sekolah bisa menerapkan pembelajaran satu sif.
Kondisi itu juga yang membuat daya tampung sekolah negeri belum bisa menampung semua pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2026.
Kepala Disdik Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan target satu sif belum bisa dipenuhi jika ruang kelas tidak ditambah.
“Kalau kita ingin semua kegiatan belajar mengajar berjalan dalam satu sif, Kabupaten Bekasi masih defisit sekitar 2.500 ruang kelas,” ujar Imam kepada Koranmegapolitan_, Selasa 7 Juli 2026.
Swasta jadi penyangga sementara* Imam menyebut, meski sekolah negeri terbatas, pemerintah daerah tidak menutup akses. Sekolah swasta di sejumlah wilayah masih memiliki kursi kosong dan bisa menjadi alternatif.
“Kami terus memastikan seluruh anak usia sekolah tetap dapat akses pendidikan, baik di negeri maupun swasta. Sekolah swasta juga bagian dari solusi karena daya tampungnya masih tersedia,” jelasnya.
Menurutnya, penentuan kuota PPDB dilakukan berdasarkan usulan sekolah. Tiga hal yang jadi pertimbangan: jumlah lulusan, ketersediaan guru, dan kondisi sarana prasarana.
Disdik juga tetap menjaga standar rombongan belajar. Untuk SD idealnya 28 siswa per kelas, sementara SMP 32 siswa per kelas.
“Jika dipaksakan melebihi itu, dampaknya ke kenyamanan dan mutu belajar anak,” kata Imam.
Fokus di Cibitung dan Muktiwari*
Keluhan daya tampung paling banyak muncul dari SDN 03 Muktiwari dan SMPN 7 Cibitung. Menanggapi hal itu, Disdik sudah berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Bekasi untuk membahas penambahan ruang kelas.
Imam menyebut SMPN 7 Cibitung termasuk sekolah baru. Jumlah ruang kelas yang ada belum sebanding dengan animo masyarakat di sekitarnya.
“Kami sudah bahas bersama DPRD terkait kebutuhan ruang kelas di SMPN 7 Cibitung. Karena sekolahnya masih baru, ruang kelasnya belum ideal dibanding jumlah calon peserta didik di wilayah itu,” ungkapnya.
Komitmen: semua anak harus sekolah*
Meski masih ada calon peserta didik yang belum tertampung di sekolah tujuan, Imam memastikan Pemkab Bekasi terus mencari jalan keluar agar tidak ada anak yang kehilangan hak belajarnya.
“Insyaallah persoalan ini bisa kita tangani dengan baik. Yang paling penting, seluruh anak tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah,” pungkas nya.
Disampaikan oleh : Redaksi Vibrasi News.com ( irhamsyah )


