
BREAKING NEWS.
BEKASI 16 Juni 2026|vibrasinrws.com –
Warga Kabupaten Bekasi bisa lebih tenang. Dinas Kesehatan memastikan rak obat di 50+ Puskesmas dan gudang UPTD Farmasi tidak akan kosong sepanjang 2026.
Langkah ini bukan dadakan. Perencanaan dimulai sejak 2025 lewat Rencana Kebutuhan Obat (RKO). Data kebutuhan ditarik langsung dari lapangan, lalu dicocokkan dengan anggaran. Hasilnya: pagu dana obat 2026 naik hampir 2x lipat dibanding tahun lalu.
Kepala Dinkes Bekasi dr Arief Kurnia bilang, sistem RKO ini yang bikin distribusi obat jadi lebih presisi. “Kami antisipasi dari awal supaya tidak ada cerita Puskesmas kehabisan obat esensial. Semua disesuaikan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya, Kamis 16/04/2026.
Buktinya sudah kelihatan. Kepala UPTD Gudang Farmasi Atik Ardianto menyebut 80% kebutuhan obat triwulan pertama 2026 sudah standby di gudang dan tinggal distribusi. Dengan jumlah penduduk Bekasi yang terus naik, stok aman ini jadi napas penting untuk layanan dasar.
Distribusi jalan rutin ke Puskesmas, UPTD Kesehatan, PSC, sampai poliklinik Pemda. Meski ada kendala akses gudang yang sempit, Dinkes optimis target pelayanan tanpa hambatan bisa tercapai.
Dengan anggaran lebih besar + perencanaan lebih matang, Bekasi menargetkan 2026 jadi tahun tanpa drama stok obat. Dengan begitu tidak ada alasan lagi bagi Rumah sakit’ dan Puskesmas Menyatan Stok obat kosong.
Disampaikan : Redaksi Vibrasi News.com ( irhamsyah )
Tinggalkan Balasan