Kamis 5 februari 2026|vibrasinews.com –
Dikutip dari Laman Medsos media online dan Berita Nasional prihal anak SD bunuh diri lantaran tidak bisa beli buku dan Pena ini merupakan Tamparan keras Dunia Pendidikan anak di Indonesia, hal ini betapa penting nya bagi aparat pemerintah daerah dan pusat untuk Mendata ulang dengan benar benar turun ke masyarakat agar supaya tau betul masyarakat yang sangat Butuh bantuan oleh pemerintah, inilah Kebodohan Para pemangku Jabatan di negri ini, yang selalu menerima data Viktive dan tanpa Melakukan validasi data dengan jalan Turun lansung ke lapangan.
Ditengah gencar nya Program Presiden Prabowo Gibran Makan bergizi gratis untuk menuju Indonesia emas di tahun 2045 namun Masih banyak Anak anak di pelosok Negri yang nyaris tak tersentuh oleh pemerintah, Kejadian anak SD Bunuh diri ini merupakan Tamparan Besar bagi dunia Pendidikan anak anak Indonesia.
Kami dari lembaga Badan Advokasi Indonesia menegur Keras Khusus nya kepala Desa agar benar benar Memberikan data yang Valid serta Memperhatikan Warga masyarakat nya baik dari sisi kesehata Pendidikan dan Bantuan Bantuan Dari Dinas Sosial dll , agar benar benar Tersalurkan dan di sampaikan dengan Benar Tepat sasaran nya, dan juga Dinas Pendidikan Baik di daerah maupun di pusat serta sekolah sekolah khusu nya tenaga pendidik, agar memperhatikan anak didik nya dengan jalan melihat prilaku anak didik latar belakang anak didik dan kemampuan anak didik, sehingga bisa dapat di buat data khusus terhadap anak anak siswa siswi serta dapat memberikan laporan yang benar kepada pihak pihak terkait agar bisa dapat dibantu dengan Tepat sasaran.
Kami berharap kepada Pemerintah Daerah maupun pusat agar benar benar memperhatikan daerah daerah yang tingkat Ekonomi nya Sulit seperti wilayah NTT ini seperti nya tingkat Perekonomian wilayah kabupaten atau desa nya bisa dikatagorikan daerah Terendah Ekonomi pendapat Masyarakat nya.
Himbauan kepada Pemerintah Pusat Khusus nya Bidang Data Penerima Manfaat , Data nya harus setiap Tahun di Validasi lagi dengan benar .
Sehingga data Penerima Manfaat daerah Bisa benar benar singkron dengan Data Pusat ,
Jangan selalu mengunakan Data Bast Lama, Kalian kan di Gajih Oleh Masyarakat Jadi Harus kerja yng benar Buat lah Data Valid bukan data Kadaluarsa.
Disampaikan Redaksi Media Vibrasi News.com ( Irhamsyah )

